Membangun Tradisi Politik Demokratis

Ketidakpuasan terhadap Perda Ketenagakerjaan dan kegagalan dalam memperjuangkan kader-kader terbaiknya dalam pemilu 2009 tidak lantas membuat Forum Solidaritas Buruh Serang (FSBS) menjauhi politik. Bahkan dalam beberapa kali diskusi, sempat mencuat ide untuk mengusung aktivis buruh sebagai calon Bupati dari jalur independent dalam Pilkada Kabupaten Serang tahun 2010. Meskipun, pada tahap selanjutnya, wacana ini pun berhenti di tengah jalan.

Namun begitu, keinginan kuat untuk terlibat dalam aktivitas sosial politik di kalangan masyarakat sipil di Serang – Banten tidak terbendung lagi. Itulah yang kemudian mendorong beberapa organisasi kemasyarakatan di Serang – Banten membentuk Blok Politik Demokratik (BPD). BPD bekerja sebagai wadah gerakan sosial, asosiasi sipil, organisasi kemasyarakatan, individu – bahkan politisi (tetapi bukan sebagai wakil partai – untuk menggalang pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat, menjalankan agenda dan program sosial-politik, mengawasi pemerintahan, dan/atau mendukung seseorang untuk meraih suatu jabatan publik.

”Ide besar BPD adalah untuk mempersatukan kekuatan rakyat yang selama ini terpecah-pecah dalam kepentingan sektoral kedalam organisasi kerakyatan yang solid, terencana dan terkoordinasi. Pendek kata, BPD merupakan sebuah alternatif untuk memperbaiki representasi yang buruk dengan mengedepankan model reprsentasi alternatif yang berorientasi kerakyatan. Secara khusus pembentukan BPD dimaksudkan untuk demonopolisasi sistem representasi dan sistem kepartaian yang semakin lama semakin tertutup,” ujar Antonio Prajasto, Direktur Eksekutif DEMOS (Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi).

Di tempat yang sama, Argo Priyo Sujatmiko, Koordinator Politik, Hukum dan HAM FSBS mengatakan, bahwa BPD yang baru saja dibentuk di Serang-Banten hendak menampilkan diri sebagai kekuatan politik alternatif karena adanya asumsi bahwa partai politik yang ada dianggap tidak cukup akomodatif terhadap aspirasi masyarakat.

Berdasarkan pandangan di atas, FSBS memandang BPD adalah wadah yang tepat untuk menampung aspirasi politik. Bukan hanya untuk buruh, namun juga gerakan sosial, asosiasi sipil, organisasi kemasyarakatan, bahkan individu. Itulah sebabnya, untuk mensosialisasikan BPD di Kabupaten Serang, pada tanggal 15 s/d 17 Januari 2010, FSBS bekerjasama dengan DEMOS menyelenggarakan Pendidikan Politik dalam rangka Membentuk Blok Politik Demokratik. Pendidikan Politik ini dihadiri kalangan buruh, nelayan, petani, Tokoh Masyarakat (Ketua RT, Ketua RW), Karang Taruna, Komunitas hoby (klub fitness dan perkumpulan motor), dan korban PHK/pengangguran.

Setelah melalui diskusi, pemetaan politik, dan perdebatan yang cukup panjang, akhirnya buruh, petani, dan nelayan di Serang – Banten sepakat membentuk sebuah wadah gerakan sosial (Blok Politik Demokratik) bernama Rumah Komunitas, dengan agenda besar untuk ”Membangun Tradisi Politik Demokratis Di Serang – Banten.” Asep Saefullah, terpilih sebagai Ketua Rumah Komunitas.

Saat ini, organisasi kemasyarakat yang menjadi penghuni Rumah Komunitas baru meliputi kalangan Buruh, Nelayan, Petani, Tokoh Masyarakat (Ketua RT, Ketua RW), Karang Taruna, Komunitas hoby (klub fitness dan perkumpulan motor), dan korban PHK/pengangguran.

Tidak dipungkiri, dengan penghuni yang ada sekarang, Rumah Komunitas tidak akan mampu membuat perubahan secara signifikan. Agar pengaruhnya menjadi kuat, Rumah Komunitas harus berusaha mengorganisir sebanyak mungkin asosiasi sipil, organisasi kemasyarakatan, dan individu untuk bersama-sama membangun tradisi politik demokratis di Banten.

Serangkaian program juga telah dibuat. Secara garis besar, program yang akan dijalankan Rumah Komunitas pada 1 (satu) tahun pertama berdirinya adalah sebagai berikut: Pertama, Pemberdayaan Masyarakat. (a) Menyelenggarakan Pendidikan Demokrasi dan HAM, dan (b) Memberikan/mengkampanyekan pemahaman nilai-nilai demokrasi berbasis HAM di masyarakat. Kedua, Pengembangan dan penguatan Jaringan. Ketiga, Menjalankan agenda sosial politik. (a) Mengawasi jalannya pemerintahan di tingkat lokal. (b) Mengawal proses Pilkada Serang 2010, dan (c) Mengadakan riset terkait dengan pelaksanaan demokrasi di Serang-Banten.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s