Meraih Sukses Berbekal Human Relations

“Bukankah lebih baik punya pengalaman kecil tetapi belajar banyak dari pengalaman tersebut, ketimbang mempunyai pengalaman yang dramatis tetapi tidak tahu harus belajar apa dari sana.” (Lita Tamzil)

Dengan kalimat di atas, Lita Tamzil seperti sedang menempatkan seluruh teorinya tentang human relations di atas pondasi yang kokoh. Bukannya mengutip pendapat para pakar, sebagaimana yang lazim dilakukan oleh penulis lainnya, Lita justru mengajak kita belajar human relations dari pengalaman nyata para mahasiswa yang diasuhnya. Ya, melalui berbagai pengalaman. Yang sudah teruji dan terbukti keberhasilannya.

“Pengalaman adalah pelajaran paling berharga,” sejak lama orang bijak mengatakan demikian. Bila teori bisa diperdebatkan dan dimentahkan, pengalaman justru sebaliknya. Pengalaman sifatnya pasti, karena memang sudah terjadi. Pernah dialami. Kita semua tinggal mengambil pelajaran dan memaknainya ulang. Dan inilah yang hendak disampaikan Lita dalam buku Belajar Gaul Menjadi Manusia Unggul. Bukan rangkaian teori. Bukan sekedar konsep. Lebih dari itu, ia bahkan menjadi penerjemah dari konsep itu sendiri. Cara penyampaiannya pun sangat “gaul”, sehingga emosi kita bisa menyatu disitu.

Persis, pada bagian itulah yang menjadi daya tarik buku ini. Betapa tidak, Lita menghadirkan tidak kurang 78 cerita yang diseleksi dari proses perkuliahan. Kisah demi kisah membentuk rangkaian cerita. Tidak selalu mengharu biru, memang. Namun didalamnya penuh dengan muatan nilai, ada hikmah, dan tentu saja, SANGAT MENGINSPIRASI. Terasa sekali, Lita Tamzil menulis buku ini dengan sepenuh cinta. Dimana ia turut merasa bangga bisa menampilkan mereka sebagai tunas bangsa.

Buku Belajar Gaul Menjadi Manusia Unggul, bisa jadi merupakan sebuah media perenungan yang menarik. Yang menarik disini adalah ketulusan dan kerendahan hati untuk saling berbagi. Pada saat yang sama – meminjam kalimat Risa Amrikasari – ada kerelaan untuk saling mendengarkan. Menghargai dan menghormati. Dalam rumusan yang lain, cerita yang terangkai dalam buku ini seperti ingin menunjukkan betapa dahsyatnya makna komunikasi (baca: human relations) dan sebuah komunitas. Dan komunikasi itu, dalam metafisika William Desmond, adalah “being with”. Itulah artinya intimasi.

Disini, Lita hendak membantah anggapan bahwa human relations hanyalah milik sekretaris kantoran dan front office. Sebab, setiap manusia, apapun pekerjaan dan statusnya, pasti membutuhkan interaksi dengan yang lainnya. Tidak peduli apakah dia seorang teknisi komputer, atau akuntan sekalipun, yang nampaknya bekerja terisolir pada bidangnya, juga sangat membutuhkan keterampilan ini.

Gaya penuturan Lita yang mengalir, mengingatkan kita pada buku Whoever You Are, I Love You Mom yang ditulis Iris Krasnow. Hanya, memang, dalam buku ini, Iris menceritakan tentang kisah 116 anak perempuan tentang suka-duka hubungan mereka dengan sang ibu. Dalam hal banyaknya kisah yang diceritakan, boleh jadi Iris Krasnow lebih banyak, karena Lita Tamzil hanya menghadirkan 78 cerita. Namun, cerita yang dihadirkan Lita terasa lebih hidup. Lebih mengena. Bahkan, seperti menari-nari di depan mata. Mungkin karena sebagian besar dari cerita-cerita itu sangat dekat dengan keseharian kita.

Semakin menarik, karena buku ini juga menunjukkan, bagaimana kemampuan human relations mampu membawa seseorang meraih sukses. Sebagaimana yang terjadi pada mahasiswa Politeknik/Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Komputer LPKIA, yang sebagian kisah hidupnya diangkat dalam buku ini. Sekitar 20% mahasiswa sudah mendapatkan pekerjaan sejak mereka belum lulus kuliah, dan 30% mahasiswa mendapatkan pekerjaan pada periode antara pengumuman ujian (Oktober) sampai dengan Wisuda (Februari tahun berikutnya). Sisa yang 50% umumnya terserap sebelum kuliah tahun pertama dimulai.

Fakta di atas semakin mempertegas keyakinan kita, bahwa buku ini memang layak untuk dibaca. Memberikan nilai tambah bagi pembacanya, juga kaya akan makna yang bisa dipetik manfaatnya.

Ini pula yang hendak disampaikan Anthony Dio Martin, Best EQ Trainer Indonesia dan Managing Director HR Excellency & Miniworksopseries Indonesia, terhadap buku ini. “Sungguh! Buku semacam inilah yang berpotensi menghasilkan teori dan konsep yang baru.” (*)

Judul : Belajar Gaul Jadi Manusia Unggul
Penulis : Lita Tamzil
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Jakarta, 2010
Jumlah halaman : 218 halaman

Kahar S. Cahyono merupakan seorang Blogger dan Praktisi Ketenagakerjaan.

One thought on “Meraih Sukses Berbekal Human Relations

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s