LITA TAMZIL: Menyatukan Soft-Skill dan Hard-Skill

Indonesia layak merasa bangga memiliki generasi seperti ibu Lita. Sosok yang berhasil menuliskan berbagai pengalaman dan kecemerlangan berfikirnya dalam sebuah buku. Ini sungguh merupakan sumbangsih yang sangat berharga bagi Ibu Pertiwi. Bukan hanya untuk generasi yang hidup hari ini. Tetapi juga generasi-generasi setelahnya, nanti.

Lita Tamzil, kelahiran Jakarta, 11 Mei, tiba-tiba menjadi fenomena. Ini berkat buku yang ditulisnya, Belajar Gaul Jadi Manusia Unggul – Meraih Sukses Berbekal Human Relations, mendapat sambutan hangat di masyarakat luas. Buku ini sangat menarik. Menarik, karena bukan semata-mata berisi teori. Tetapi juga pengalaman nyata.

Sebenarnya Lita Tamzil berlatar belakang ekonomi. Tetapi dalam belasan tahun terakhir lebih banyak berkecimpung dibidang human relations. Minat pada bidang ini muncul sejak mengikuti Dale Carnegie Training di Tahun 1991 hingga kemudian dia sendiri terlibat sebagai salah satu instruktur di lembaga itu. Dalam training – training itu dia bertemu dengan begitu banyak orang dari berbagai latar belakang, yang kemudian dirasakan sebagai kekayaan yang luar biasa.

Lita Tamzil tidak hanya menulis buku. Ia pun sudah membuktikan, bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pendidikan hard-skill, sehingga juga diperlukan pendidikan soft-skill. Alasan inilah yang kemudian membuat Lita intensif menggeluti dunia human relations, baik sebagai praktisi, sebagai pengembang kurikulum pembelajaran, hingga sebagai pengajar langsung bidang tersebut.

Gaya berceritanya yang bersahabat, semakin menegaskan bahwa Lita tidak hanya bisa bergaul. Namun juga pintar bergaul. Ada getar rindu di setiap kalimatnya. Kerinduan khas seorang ibu, dengan kebanggaannya yang membuncah, karena berhasil menampilkan anak didiknya sebagai tunas bangsa. Inilah satu alasan lain, yang menyebabkan buku ini menjadi layak untuk dibaca.

Lagipula, judul bukunya sangatlah puitis. Indah sekali. Oleh karenanya, pantas disebut sebagai sebuah mahakarya. Mengapa? Sebab, meskipun Lita sekarang duduk sebagai Ketua Yayasan LP3KI, koordinator dosen Mata Kuliah Human Relations di LPKIA, dan masih mengajar mata kuliah yang sama, namun ia tidak menulis judul yang berbunyi “akademik dan intelektual.” Pantaslah jika kemudian ada yang menjuluki Lita Tamzil sebagai Master Ilmu Gaul.

Diluar kampus, Lita aktif dalam organisasi sosial terbesar dunia, Lions Club melalui Distrik 307 B, satu dari dua distrik di Indonesia. Dalam organisasi itu Lita menduduki berbagai jabatan dan mendapatkan berbagai penghargaan, hal yang tak mungkin diraihnya tanpa kemampuan human relations yang baik.

Disamping itu, dia juga menjadi pengurus dalam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Cabang Bandung, dengan jabatan Ketua Bidang Dana & Usaha (2006-2009) dan Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia (2009 – 2012). Sebelumnya Lita juga pernah aktif di Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) terakhir dengan jabatan Bendahara Umum Cabang Bandung (1998-2001).

Disamping itu Lita adalah orang yang sangat rajin mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pelatihan NLP (Neuro Linguistic Programming) EQ (Emotional Quotient), Public Speaking, Leadership dan Hypnosi. Satu bukti bahwa dia adalah orang yang tak pernah mau berhenti belajar.

Bagi Lita, hidup adalah pengabdian. Bukan untuk mengharap belas kasihan. Berbagai jabatan dalam organisasi, penghargaan, dan pelatihan yang dia ikuti, menegaskan akan hal itu. Pada tahap berikutnya, melalui buku Belajar Gaul Jadi Manusia Unggul, Lita hendak membagi pengalamannya tentang human relations secara berkualitas dan analisa yang lebih tajam.

Maka, Indonesia layak merasa bangga memiliki generasi seperti ibu Lita. Sosok yang berhasil menuliskan berbagai pengalaman dan kecemerlangan berfikirnya dalam sebuah buku. Ini sungguh merupakan sumbangsih yang sangat berharga bagi Ibu Pertiwi. Bukan hanya untuk generasi yang hidup hari ini. Tetapi juga generasi-generasi setelahnya, nanti.

Pada akhirnya, saya hendak merekomendasikan buku ini untuk anda miliki. Lita membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuktikan bahwa seseorang bisa meraih sukses berbekal human relations. Dalam buku ini, Lita membagi pengalamannya. Anda hanya memerlukan waktu beberapa jam untuk menyingkap rahasia human relations, tanpa harus mengerutkan kening akibat beragam teori yang sulit dimengerti. ( Kahar S. Cahyono )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s