Serang, Aku Datang

Black in News kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya bertamasya di Pantai Serang. Pantai ini terletak di desa Serang, kecamatan Panggungrejo, sekitar 40 km dari kota Blitar. Perjalanan saya di Pantai Serang, saya lakukan dalam rangka libur lebaran (September 2009). Setelah beberapa hari sebelumnya saya berkeliling Istana Gebang – Makam Bung Karno – Candi Penataran.

Beberapa tahun lalu, di pantai ini, kami pernah mengadakan Perkemahan Audisi Jurnalistik SMK Negeri 1 Blitar. Kali ini, saya datang ke Pantai Serang bersama istri dan dua buah hati saya. Fadlan dan Aya. Debur ombak dan suara angin laut yang menderu, benar-benar membuat saya terhibur. Apalagi saat menyaksikan Fadlan girang bukan kepalang mengejar kepiting, sementara Aya mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Jilbab lebarnya melambai tertiup angin. “Selamat datang kebebasan,” barangkali suara itu yang keluar dari bibir mungilnya.

Padahal, saat itu, matahari jam 12 siang sedang terik-teriknya. Namun tidak mengurangi minat kami untuk bekejaran di pinggir pantai. Kekhawatiran bahwa sengatan matahari akan membuat kulit kami sehitam Djarum Black Slimz, tidak juga membuat kami segera berhenti dan berteduh.

Pantai Serang terlalu menawan untuk dilewatkan. Apalagi, besok, saya harus kembali ke Serang – Banten.

Sebenarnya ada 3 pantai dalam komplek kawasan wisata ini, selain pantai utama yang bila tanggal 1 suro diadakan upacara larung saji maka bila kita menelusuri jalan setapak yang melintasi bukit disebelah barat maka akan sampai pada pantai ke dua dengan pasir putih yang tidak terlalu luas bila dibandingkan dengan pantai yang pertama.

Bila perjalanan diteruskan menyusuri jalan setapak ke arah barat setelah mendaki bukit yang tidak begitu terjal maka akan sampai pada pantai ke tiga yang sangat luas dan paling luas diantara pantai-pantai sebelumnya dengan hamparan pasir putih dengan jarak lebih dari 5 km yang landai dengan ombak yang tidak begitu deras.

Dahulu di sekitar pantai ini dipenuhi oleh batu-batuan putih yang indah orang menyebutnya dengan batu Lintang karena model batunya yang putih berkilauan, akan tetapi saat ini batu-batuan tersebut telah diekplorasi karena nilainya yang mengiurkan sebagai batu bahan penghias taman-taman rumah mewah di kota-kota besar. (*)

2 thoughts on “Serang, Aku Datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s