Mengenal Serikat Pekerja

Melalui e-mail, seorang yang mengaku sebagai mahasiswa di Makassar bertanya kepada saya. “Serikat Pekerja itu apa?”. Pada mulanya, saya tidak langsung menjawab. Bagi saya, hari gini menanyakan pengertian serikat pekerja, sungguh sangat ketinggalan zaman. Namun asumsi saya berantakan ketika Wati (sebut saja begitu), bertanya untuk yang kedua kalinya.

Inilah awal mula saya menyadari, bahwa serikat pekerja masih belum optimal menjelaskan kepada publik terkait dengan keberadaannya. Bahkan, tidak jarang kita menemui karyawan yang bergabung menjadi salah satu anggota serikat pekerja, tetapi mengaku tidak pernah tahu apa itu serikat pekerja, tujuan, apalagi manfaatnya.

Jangan salahkan siapa-siapa, bila kemudian ada yang lain justru memberi label bahwa serikat pekerja adalah pembuat masalah daripada menyelesaikan masalah. Ini berarti satu pertanda, bahwa kalangan aktivis serikat pekerja harus bekerja lebih keras lagi untuk memposisikan agar organisasi ini benar-benar memberikan pelayanan yang optimal kepada anggota dan pekerja pada umunya.

Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SB/SB) adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh, baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab, guna memperjuangkan, membela, melindungi hak dan kepentingan pekerja dan buruh, serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Banyak langkah yang bisa dilakukan oleh SP/SB yang tujuannya tercapai. Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 21/2000), keberadaan SP/SB berfungsi:

(a) sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan
penyelesaian perselisihan industrial;
(b) sebagai wakil pekerja/buruh dalam kerja sama
di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya;
(c) sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang
harmonis, dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
(d) sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak
dan kepentingan anggotanya;
(e) sebagai perencana, pelaksana, dan penanggung jawab
pemogokan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku; dan
(f) sebagai wakil pekerja/buruh dalam memperjuangkan
kepemilikan saham dalam perusahaan.

Ya, banyak hal yang bisa dilakukan oleh SP/SB. Dengan demkian, semestinya ada perbedaan yang signifikan antara tenaga kerja yang menjadi anggota SP/SB, dan tenaga kerja yang tidak menjadi anggota SP/SB.

Tenaga kerja yang berserikat akan mendapat keuntungan antara lain:

(a) Memiliki hak untuk turut menentukan upah, penghasilan yang
layak, syarat-syarat dan kondisi kerja (UU No.18/56 ILO No.
98);
(b) Upah dan penghasilan lainnya serta syarat-syarat dan kondisi
kerja dilindungi oleh perjanjian kerja (PKB). (Konvensi ILO No.
98);
(c) Jika pekerja dikenakan indispliner maka majikan harus
mengikuti langkah-langkah sesuai yang ditetapkan dalam PKB;
(d) Jika pekerja dikenakan indispliner karena sesuatu hal yang
tidak dilakukan oleh pekerja ybs, maka Serikat Pekerja akan
membela anda;
(e) Jika pekerja telah bekerja dengan baik dan sudah wajar untuk
dipromosikan, maka Serikat Pekerja akan
memperjuangkannya;
(f) Kalau berserikat, maka anda mempunyai hak suara, dan sebagainya.

Adapun tenaga kerja yang tidak berserikat, biasanya akan mendapatkan perlakukan sebagai berikut:

(a) Majikan hanya akan memberikan apa yang ingin dia berikan;
(b) Majikan dapat saja sewaktu-waktu mengadakan perubahan
upah, hubungan kerja, syarat-syarat kerja, dan lainnya sesuai
kehendaknya;
(c) Jika pekerja dikenakan tindakan indisipliner, maka pekerja
tidak mempunyai hak untuk diproses;
(d) Jika buruh dikenai indispliner untuk sesuatu yang tidak
dilakukan oleh pekerja ybs, pembelaan harus dilakukan
pekerja sendiri;
(e) Promosi/kenaikan pangkat tergantung atas senang tidaknya
kepala bagian/majikan anda kepada anda; dan
(f) Majikan anda tidak ada kewajiban untuk mendengarkan suara anda.

Berada di posisi manakah anda saat ini?(*)

Ditulis Oleh : Kahar S. Cahyono
Penulis/Citizen Journalism dan Aktivis Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama dengan Majalah Garis, dan pernah diterbitkan Harian Online Kabar Indonesia, 5-Aug-2009.

Artikel terkait dengan ketenagakerjaan:

Prita, Manohara dan Buruh Perempuan Indonesia

Catatan Cinta Wanita Pekerja

Kepedulian Pada Pekerja Perempuan

Menghindar dari Jebakan Rutinitas

Kalau Aku Perempuan, Kalian Mau Apa?

Gambar diambil dari http://fspmipemi.multiply.com

7 thoughts on “Mengenal Serikat Pekerja

  1. Tulisannya mantaf bung..!!! Dengan bahasa yg sederhana saya yakin pasti banyak orang bisa memahami isi dari tulisan ini. Bahkan kaum awam yg saya menyebutnya sebagai borjuasi kecil bisa mengerti bagaimana kondisi rakyat hari ini khususnya dari klass buruh. Namun saya harap persoalan buruh bisa lebih bnyak dikupas dan memiliki kaitan dengan persoalan kaum lainnya atau maksud saya dengan persoalan masyarakat lainnya. Oia saya masih kurang mendapat ketegasan ttg mksd atau tujuan akhir dari tulisan ini, apakah sekedar wacana yg membongkar kondisi yg ada atau apa yg harus dilakukan selanjutnya pasca membaca tulisan ini..??
    Thanks b4

  2. Pak, saat ini saya diphk oleh perusahaan dengan alasan bos tidak menyukai pekerjaan saya, melalui HRD saya bertanya mengapa tidak dilakukan pada waktu masa percobaan? Mengapa baru sekarang? Kemudian pada waktu penandatangan surat PHK saya menolak dengan alasan saya harus berkonsultasi dgn serikat pekerja saya, HRD menjawab kalo Serkat Pekerja hanya sekedar formalitas.
    Pertanyaan saya: Kasus ini oleh Perusahaan katanya telah dilimpahkan ke Disnaker ( karena saya tidak mau menandatangani surat PHK dan Perincian Uang Konpensasi, Bila saya meminta bantuan serikat pekerja, Serikat Pekerja mana yg harus saya minta tolong? Saya bekerja 5 bulan lebih di perusahaan Garment PMA di kawasan Industi Tanjung Mas Semarang, sedangkan serkat pekerjanya hanya ada diperaturan perusahaan saja,
    Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih banyak

    1. Mbak Luluh, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saat ini memang banyak perusahaan seperti tanpa beban mem-PHK karyawannya. Padahal semestinya PHK tidak boleh dilakukan hanya karena alasan suka tidak suka.

      Sayang Mbak Luluh tidak menginformasikan serikat pekerja apa di perusahaan mbak bekerja. Apakah mbak Luluh juga menjadi anggotanya? Kalau ia, mbak berhak mendapatkan pembelaan dari mereka. Tanyakan saja kepada mereka, pasal apa yang telah mbak langgar dalam UU Ketenagakerjaan sehingga bisa di PHK? Kalau bukan termasuk kategori pelanggaran berat, biasanya cukup diberi surat peringatan. Tetapi kan mbak Luluh tidak harus 100% percaya pada serikat pekerja, kalau memang yakin dan mbak memiliki argumentasi yang kuat, katakan saja pada mereka bahwa mbak luluh akan ‘jalan sendiri’.

      Tentang serikat pekerja yang bisa membantu mbak, saya sulit untuk menyebut satu nama (karena ada puluhan serikat yang saya kenal). Dan lagipula, saya tidak paham dengan peta ketenagakerjaan di Semarang. Setiap serikat pekerja memiliki karakteristiknya sendiri. Saran saya, pilihlah serikat pekerja yang pengurusnya memang mbak Luluh percaya integritasnya. Bukan serikat pekerja gadungan yang “menjual” anggotanya.

      Jika mbak Luluh kurang nyaman terhadap serikat pekerja tersebut karena hanya formalitas, mbak bisa hadir di mediasi Disnaker nanti untuk mewakili diri sendiri. Percayalah, prosesnya tidak sesulit yang mbak bayangkan.

      Salam;
      Kahar S. Cahyono

  3. MOhon ijin copy paste tulisannya, ini yang akan kami jadikan selebaran bagi rekan2 kami yang belum mengerti apa itu serikat pekerja (termasuk saya jg belum paham tadinya, xxixixix..)
    Terima kasih bung..

  4. kebetulan di perusahaan tempat saya bekerja dari awal berdiri sekitar 7thn yang lalu tidak ada yang namanya serikat buruh,barulah pada awal tahun ini kita mulai bergerak untuk gabung di fspmi,karna selama ini kami merasa sudah dibodohi dalam hal apapun terutama soal kesejahtraan.dan pergerakan kamipun mendapat respon positif dari kawan2,alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dari mulai pencatatan di disnakersostrans sampai kepada management perusahaan kami,tapi jujur kami belum merasa lega sampai disitu,karna perjalanan dan perjuangan kami masih panjang bahkan berat,insya4jji dalam waktu dekat kita akan berunding masalah PKB…tapi sebelum berunding terus terang kami belum punya pembekalan yang cukup,dan mulai minggu ini kita terus mengadakan pendidikan dasar dan lanjutan bagi semua pengurus dan anggota,,,doakan kami kawan ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s