Menjaga Eksistensi Seni Tradisional

Dalam Rapat Pleno Evaluasi Tengah Tahun Forum Solidaritas Buruh Serang (21/06/09), saya menawarkan gagasan agar di setiap Komunitas Buruh membentuk Kelompok Teatrikal. Ini perlu untuk kepentingan kampanye, agar lebih efektif menembus lapisan masyarakat secara lintas batas.

Seni adalah bahasa dan penyampaian universal yang kelangsungannya tergantung dan didominasi oleh peran serta masyarakat. Berbicara seni, biasanya kita akan langsung tertuju pada seni lukis, seni musik, seni tari, dan sebagainya.

Hanya, memang, dari kesemuanya itu, yang cepat sekali perkembangannya adalah seni musik. Banyak komunitas dan organisasi yang menjadikan musik sebagai alat untuk menyampaikan gagasan dan aspirasinya. Bahkan, tidak jarang, musik menjadi menu utama dalam sebuah kegiatan. Baik yang bersifat sosial, peluncuran produk, atau yang sekedar hiburan. Djarum Black, misalnya, yang sering mensponsori pertunjukan musik. Disamping itu, Black Car Community dan Black Motor Community, hampir selalu menghadirkan musik dalam kegiatannya.

Posisi Seni Tradisional di Masa Sekarang

Seni adalah bahasa dan penyampaian universal yang kelangsungannya tergantung dan didominasi oleh peran serta masyarakat. Pendek kata, seni tidak hanya musik. Bahkan bangsa Indonesia memiliki banyak sekali asset berupa seni dan budaya tradisional.

Namun seiring perkembangan zaman, berangsur-angsur seni tradisional mulai surut dan terlupakan. Tergerus oleh peradaban dan tergeser oleh seni-budaya import.

Dalam kondisi semacam ini, para pelaku seni dan budayawan tradisional menjadi korban perampasan kesejahteraan dan sumberdaya, oleh kekuatan modernisasi yang semakin menguasai. Ketidak mampuan para pelaku seni dan peran serta masyarakat dalam mempertahankan seni-budaya tradisional membuat satu-persatu kesenian dan kebudayaan tradisional hilang dan digantikan oleh seni-budaya modern. Ini sangat disayangkan dan menyedihkan. Untuk itu para pelaku seni dan masyarakat hendaknya mampu mempertahankan kesenian dan kebudayaan nasional.

Dalam situasi gerak para pelaku seni dan budayawan tradisional yang saat ini tidak memiliki fasilitas kreasi alternatif untuk menghidupkan kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, maka peran serta masyarakat, pemerintah dan instansi terkait diharapkan mampu memberikan harapan baru guna menunjang kinerja para pelaku seni dan budayawan tradisional kedepan.

Jangan heran, bila kita sebagai anak bangsa tidak ikut serta melestarikan seni tradisional, kelak ia tinggal menjadi sekedar cerita. Lebih parah lagi, bila kemudian seni tradisional kita diakui sebagai milik bangsa lain. Tentu ini akan sangat menyakitkan. (*)

Posted in Tak Berkategori

2 thoughts on “Menjaga Eksistensi Seni Tradisional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s