Capaian di Tahun 2009

Hari ini kita berdiri di penghujung tahun 2009. Dalam hitungan hari, tahun 2010 akan segera tiba. Sebetapa hebat kesiapan kita menyambut tahun 2010 yang akan segera datang? Dan, seberapa besar prestasi yang berhasil kita torehkan pada tahun 2009 yang akan segera berlalu?

“Saatnya untuk mengevaluasi diri dan menentukan skala prioritas untuk satu tahun mendatang,” para ahli motivator memberikan nasehat demikian. Hanya, memang, terkadang kita abai dalam menyusun perencanaan. Lihat saja, betapa banyak orang yang senang membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Tanpa tujuan yang pasti. Arah “langkah kakinya” hanya menuruti kata hati.

Saya kira, menetapkan titik mana yang akan kita tuju menjadi sedemikian penting. Mengapa? Sebab kita bisa mengukur, sudah berapa jauh kita melangkah.

Bukan hanya impian-impian yang musti kita tuliskan. Tetapi apa yang sudah kita capai pun, layak untuk diapresiasi. Minimal oleh diri sendiri. Hal ini akan membantu kita untuk tidak frustasi. Sebab ternyata sudah sedemikian banyak keberhasilan yang sudah kita dapatkan.

“Sejauh ini saya tidak pernah merasakan keberhasilan?” Kata seorang teman. Ah, masa iya? Bisa hidup sehat dan bernafas gratis sampai detik ini kan merupakan keberhasilan. Ada lho orang yang untuk bernafas saja harus mengeluarkan biaya. Mau seperti mereka?

Berikut adalah beberapa capaian saya di tahun 2009:

Pertama. Saya mulai aktif menulis kembali. Tahun ini, beberapa tulisan saya dimuat di Tengerang Tribun, Radar Banten, Majalah Garis, dan Bulletin Lembur. Saya juga membuat sebuah blog, dan menulis di media online sebagai citizen journalism (Harian Online Kabar Indonesia dan Komunitas Blogger Bekasi). Di bidang tulis menulis, sepanjang tahun 2009 saya juga sempat menjadi Juara II Rose Heart Writing Competition 2009, Juara III Lomba Resensi Buku (Penerbit Lingkar Pena Publising), Juara Harapan Share Your Career (konsultankarir.com), Pemenang Lomba Menulis tentang Ibu (Penerbit Serambi), dan Pemenang Kesan dan Saran Ulang Tahun ke-3 HOKI (Harian Online Kabar Indonesia).

Kedua. Tahun ini istri saya mulai masuk kuliah, S1 PAUD Permata Indonesia “Nur El-Qolam”. Ini adalah terobosan paling berani yang kami lakukan. Mengingat penghasilan keluarga kami yang pas-pasan, dan dua buah hati kami masih kecil. Abdullah Fadllan Harist (4,5) dan Haya Auriza Satifa (2).

Ketiga. Meskipun dengan berbagai kendala dan kekurangan, akhirnya bersama teman-teman di FSBS kami berhasil menyelenggarakan Konferensi Buruh Kontrak, Penelitian tentang Pelaksanaan Jamsostek di Serang, Membuat album Perjuangan, serta melakukan berbagai kegiatan advokasi. Baik litigasi maupun nonlitigasi.

Keempat. Setelah tahun sebelumnya tidak pulang kampung, lebaran tahun ini, saya, Maimunah (istri saya), dan dua jagoan kecil saya mudik ke Blitar. Bertemu dengan orang tua, saudara, dan sanak famili merupakan kenangan yang tak terlupakan.

Keempat hal di atas merupakan capaian saya pada 2009. Lebih banyak dari yang saya sebutkan di atas, sebenarnya. Hanya saja, 4 point itu adalah tonggak-tonggak yang penting untuk dikenang.

Apakah saya sudah berhasil menggapai apa yang saya inginkan? Tidak tahu. Sebab awal tahun 2009 lalu saya tidak membuat perencanaan. Inilah salah saya!

Maka, agar hal itu tidak terulang, saya bertekad untuk membuat resolusi pada tahun 2010. Setidaknya harus ada target yang dibuat. Sehingga arah langkah kaki akan menjadi jelas. (*)

Ditulis oleh: Kahar S. Cahyono
Penulis/Citizen Journalism dan Praktisi Ketenagakerjaan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s