<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Dhimas Kahar</title>
	<atom:link href="http://kaharscahyono.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kaharscahyono.wordpress.com</link>
	<description>Merangkai Makna, Meretas Jalan Pembebasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 00:12:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kaharscahyono.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/55326211a2c6f955b2857532774895c4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Dhimas Kahar</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kaharscahyono.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Dhimas Kahar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kaharscahyono.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Percaya Pada Kekuatan Massa</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2012/01/02/percaya-pada-kekuatan-massa/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2012/01/02/percaya-pada-kekuatan-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 03:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketenagakerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1952</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, ribuan buruh pun melakukan unjuk rasa ke kantor Gubernur Banten. Kamis, 29 Desember 2011. Ini aksi yang heroik. Dari Tangerang mereka membongkar blokade polisi di pintu tol Bitung, dan bergerak ke Gubernuran melalui jalan bebas hamabatan Jakarta – Merak. Puluhan bus, truck, ribuan sepeda motor, tumpah ke jalan bebas hambatan. Sebelumnya sulit untuk dibayangkan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1952&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2012/01/02/percaya-pada-kekuatan-massa/407699_210905725658928_100002185076789_434412_34391285_n/" rel="attachment wp-att-1953"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2012/01/407699_210905725658928_100002185076789_434412_34391285_n.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="407699_210905725658928_100002185076789_434412_34391285_n" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1953" /></a>Akhirnya, ribuan buruh pun melakukan unjuk rasa ke kantor Gubernur Banten. Kamis, 29 Desember 2011.</p>
<p>Ini aksi yang heroik. Dari Tangerang mereka membongkar blokade polisi di pintu tol Bitung, dan bergerak ke Gubernuran melalui jalan bebas hamabatan Jakarta – Merak. Puluhan bus, truck, ribuan sepeda motor, tumpah ke jalan bebas hambatan. Sebelumnya sulit untuk dibayangkan, demonstrasi ke Ibu Kota Provinsi Banten dengan mengenakan truck dan motor melalui jalan tol Jakarta – Merak bisa dilakukan.</p>
<p>Polisi sendiri nampaknya tidak bisa mengantisipasi hal ini. Meski disebut pengamanan di lokasi aksi sudah cukup – mencapai 200 personil – namun tetap saja keberhasilan buruh melumpuhkan Bitung selama beberapa jam itu membuat aksi kali ini cukup mendapat perhatian publik.</p>
<p>Dan hari itu, setelah sekian lama bertahan di Kantor Gubernur, sekitar pukul 23.30 Gubernur menyatakan bersedia merevisi UMK Tangerang tahun 2012 yang sebelumnya Rp. 1.381.000,- menjadi 1.529.150, sama dengan UMP DKI Jakarta.<span id="more-1952"></span></p>
<p>Saya termasuk orang yang sangat optimis, keinginan buruh Tangerang untuk mendapatkan upah yang lebih layak bisa terwujud. Alasannya sederhana, karena sebelumnya, dalam kampanyenya Gubernur pernah menjanjikan hal itu. Gubernur juga berjanji akan memberlakukan UMSK. Apalagi Wahidin Halim, Walikota Tangerang, juga sudah merekomendasikan pemberlakukan UMSK dan revisi UMK Tangerang sehingga menyamai DKI Jakarta.</p>
<p>Tetapi itu hanya salah satu faktor. Faktor yang terpenting adalah gerakan kawan-kawan serikat buruh itu sendiri. Sebab janji hanya akan tinggal janji, jika tidak ada gerakan untuk menagihnya. Ketimbang menyebut ini sebagai kebaikan hati Gubernur, saya lebih sepakat menyebut ini adalah keberhasilan gerakan serikat buruh dalam memperjuangkan hak dan kepentingannya.</p>
<p>Jika nanti SK revisi UMK Tangerang sudah ditandatangani, termasuk didalamnya memberlakukan UMSK di Tangerang, tentu kemenangan ini akan menjadi semakin manis.</p>
<p>Kita tinggalkan dulu aksi di Banten yang dilakukan oleh kawan-kawan Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Tangerang. </p>
<p>Beberapa waktu lalu, dalam Workshop tentang Upah dan Outsourcing yang diselenggarakan di Hotel Treva Internasional, Menteng, kami melakukan evaluasi dan rekomendasi terkait dengan perjuangan upah di berbagai daerah. Sayang sekali, saya tidak mengikuti dari awal workshop ini. Sehingga tidak bisa menyimak, bagaimana detail perjuangan upah di masing-masing daerah.</p>
<p>Satu hal yang saya ingat dengan baik – karena kemudian saya diminta bergabung kedalam kelompok yang membahas hal ini – adalah terkait dengan peran penting aliansi dalam mengawal dan memperjuangkan penetapan upah minimum di berbagai daerah. Perjuangan upah adalah perjuangan universal. Buruh, tanpa terkecuali, berkepentingan didalamnya.</p>
<p>Jauh sebelumnya, di Wisma Hijau, Depok, beberapa kawan Aliansi Serikat Pekerja dari berbagai daerah juga menyepakati untuk membentuk Gerakan Aliansi Upah Layak (GAUL). Sebuah gerakan, yang akan memenangkan pertarungan atas upah minimum 2012.</p>
<p>Saya kira, apa yang dilakukan di Treva maupun Wisma Hijau hanyalah bagian kecil dari upaya untuk memperjuangkan perbaikan upah di tahun 2012. Ada banyak diskusi dan aksi yang dilakukan. Dan saya kira, ini yang lebih penting, semua itu dilakukan bukan hanya dalam paparan retorika. Tetapi aksi nyata.</p>
<p>Selamat tahun baru, upah baru&#8230;.</p>
<p><em>Catatan Ketenagakerjaan:</em> <strong>Kahar S. Cahyono </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1952/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1952&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2012/01/02/percaya-pada-kekuatan-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2012/01/407699_210905725658928_100002185076789_434412_34391285_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">407699_210905725658928_100002185076789_434412_34391285_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>100 Persen Perempuan</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/29/belajar-dari-perempuan/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/29/belajar-dari-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 08:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketenagakerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1946</guid>
		<description><![CDATA[Saat saya mulai menulis catatan ini, penunjuk waktu di pojok kanan bawah notebook saya menunjukkan angka 21:50. Malam sudah larut, tetapi mata saya sulit terpejam. Konsolidasi hari ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam diri saya. Ya, malam ini (28/12/11) saya baru saja pulang dari menghadiri undangan konsolidasi sebuah unit kerja yang baru bergabung dengan FSPMI. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1946&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/29/belajar-dari-perempuan/sanyo-digital-camera-4/" rel="attachment wp-att-1947"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/12/sany0529.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="SANYO DIGITAL CAMERA" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1947" /></a>Saat saya mulai menulis catatan ini, penunjuk waktu di pojok kanan bawah notebook saya menunjukkan angka 21:50. Malam sudah larut, tetapi mata saya sulit terpejam. Konsolidasi hari ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam diri saya.</p>
<p>Ya, malam ini (28/12/11) saya baru saja pulang dari menghadiri undangan konsolidasi sebuah unit kerja yang baru bergabung dengan FSPMI. Unit kerja yang istimewa. Selain menjadi PUK termuda di Tangerang, di sektor SPAI Tangerang, untuk sementara PUK ini memiliki jumlah anggota terbesar. </p>
<p>Dan ini yang menarik, seluruhnya adalah perempuan.</p>
<p>”Kawan-kawan sangat antusias ingin bergabung dengan FSPMI&#8230;,” satu kalimat yang terdengar indah di telinga saya. Seorang pengurus menginformasikan perkembangan jumlah anggota.</p>
<p>Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan FSPMI, mereka sesungguhnya sudah menjadi anggota serikat pekerja yang lain. Di tengah upaya sangat keras dari serikat lama untuk mempertahankan dominasinya itulah, kawan-kawan ini dengan ’heroik’ menyeberang ke organisasi FSPMI. Semua membawa harapan, dan juga mimpi untuk mendapatkan perubahan.<span id="more-1946"></span></p>
<p>Diskusi sempat memanas, ketika beberapa orang yang masih loyal terhadap ketua serikat pekerja yang lama juga ikut hadir dan melakukan protes keras. Mengapa perpindahan ke FSPMI tidak dibicarakan terlebih dahulu dengan si ketua. Dilakukan dengan diam-diam?</p>
<p>”Karena serikat yang lama tidak ada hasilnya.” Riuh jawaban itu keluar dari banyak orang yang hadir dalam pertemuan ini.</p>
<p>”Kalau ngurus serikatnya bener, kita juga tidak bakal pindah serikat.” Timpal yang lain.</p>
<p>”Nggak ada hasil gimana? Nggak bener gimana? Kita bisa mengambil cuti sekarang ini adalah hasil perjuangan serikat yang lama.” Seru si pemrotes, tak kalah sengit.</p>
<p>“Itu mah sudah normatif, tau! Sudah kewajiban perusahaan untuk memberikan.”</p>
<p>Saya kira hari itu perang dunia ketiga akan terjadi, jika saja saya tidak segera menengahi. Saya ingatkan kepada semua yang hadir. Bahwa musuh kita bukanlah sesama pekerja. Pun tidak ada gunanya jika perdebatan ini terus dilanjutkan. </p>
<p>“Bagi yang meginginkan perubahan, silahkan mengisi formulir yang disediakan FSPMI. Tetapi bagi yang tidak, silahkan minggir. Jangan menghalang-halangi niat kami untuk terus maju. Biarkan mereka memilih dengan hati, tanpa intimidasi dari siapapun untuk bergabung dengan serikat pekerja yang mana.”</p>
<p>Suasana kembali tenang. Puluhan orang, semuanya perempuan, larut dalam pikirannya sendiri-sendiri.</p>
<p>Dalam jeda itulah, saya teringat beberapa waktu lalu, ketika kawan-kawan ini mengontak saya dan menyatakan keinginannya untuk menjadi bagian dari FSPMI. Tentang kekecewaannya terhadap serikat pekerja lama, yang dianggapnya lebih pro kepada pengusaha. Juga kinerja yang menurut mereka sangat mengecewakan. </p>
<p>Saya katakan kepada mereka, FSPMI bukanlah dukun yang bisa menyelesaikan semua masalah dengan hanya mengucapkan mantra `bim salabim`. Jika Anda tidak mau menolong diri sendiri, maka FSPMI juga tidak akan bisa banyak membantu. Lalu mereka menyakinkan kepada saya, jika bendera FSPMI berkibar di perusahaan itu, maka seluruh anggota serikat pekerja yang lama akan bergabung dengan FSPMI. </p>
<p>Dan sore ini, hanya empat hari setelah mereka menyatakan hal itu kepada saya, mereka membuktikan janjinya. Dan ini yang menarik, kerja-kerja pengorganisasian ini seluruhnya dilakukan oleh perempuan.</p>
<p>Pulang dari agenda konsolidasi, saya sempat merenung panjang. Banyak sudah kawan-kawan dari serikat pekerja lain menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan FSPMI. Alasannya sama, serikat pekerja lama tidak lagi bisa diharapkan. Mereka menginginkan perubahan. </p>
<p>Tentu ini menjadi tugas berat bagi FSPMI untuk menjawab harapan itu. Sebab jika ternyata FSPMI pun melakukan kesalahan yang sama, maka orang juga akan beranggapan bahwa FSPMI tidak beda dengan serikat pekerja yang lain. Dan itulah pelajaran pertama hari ini, jika engkau berkhianat, maka engkau akan ditinggalkan.</p>
<p>Pelajaran yang kedua, saya kira, kita tidak boleh lagi mengesampingkan peran perempuan. Mereka, dari anggota hingga pengurus, seratus persen adalan perempuan. Tetapi jangan diragukan lagi militansi dan keberaniannya. Menurut pengakuan mereka, mogok kerja bukanlah hal yang asing bagi mereka. Menghentikan proses produksi perusahaan selama dua minggu, bahkan pernah mereka lakukan.</p>
<p>Pelajaran ketiga, adalah betapa pentingnya untuk menjaga dan merawat basis. Sehebat apapun sang ketua, jika ditinggalkan anggotanya, maka tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Dan inilah yang sedang dipertontonkan oleh kawan-kawan ini. Seolah mereka sedang meneriakkan kepada dunia, bahwa kedaulatan tertinggi itu ada di tangan anggota.</p>
<p>Dan ini yang menarik, seluruhnya dilakukan oleh perempuan.</p>
<p><em>Catatan Ketenagakerjaan:</em> <strong>Kahar S. Cahyono</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1946/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1946&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/29/belajar-dari-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/12/sany0529.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">SANYO DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai dengan Apa Adanya</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/mencintai-dengan-apa-adanya/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/mencintai-dengan-apa-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 06:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1941</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru dua kali bertemu dengannya. Kedua pertemuan itu pun terjadi saat kami menghadiri sidang di Pengadilan Hubungan Industrial Serang. Kemarin, adalah pertemuan yang kedua kami. Perempuan yang ramah. Setidaknya itulah kesan yang saya dapatkan, dalam dua pertemuan itu. Supel, dan sekilas memiliki kepribadian yang cukup menarik. Setidaknya inilah kesan pertama yang saya dapatkan. Eits&#8230;, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1941&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/mencintai-dengan-apa-adanya/09072011030-2/" rel="attachment wp-att-1943"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/12/09072011030.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="09072011030" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-1943" /></a>Saya baru dua kali bertemu dengannya. Kedua pertemuan itu pun terjadi saat kami menghadiri sidang di Pengadilan Hubungan Industrial Serang. Kemarin, adalah pertemuan yang kedua kami.</p>
<p>Perempuan yang ramah. Setidaknya itulah kesan yang saya dapatkan, dalam dua pertemuan itu. Supel, dan sekilas memiliki kepribadian yang cukup menarik. Setidaknya inilah kesan pertama yang saya dapatkan.</p>
<p><em>Eits</em>&#8230;, jangan dulu berprasangka macam-macam. Tidak ada maksud apapun, jika kemudian saya menjadikannya sebagai tokoh utama dalam catatan ini. Bukan juga karena terpesona oleh pandangan pertama. Itu saya lakukan, hanya semata-mata karena saya mendapatkan pelajaran baru yang berharga, dalam kaitan relasi antar manusia. Dalam satu komunitas bernama rumah tangga, suami – istri.</p>
<p>Ya, perempuan yang saya maksudkan ini adalah istri dari seseorang yang mempercayakan kepada saya untuk memberikan pendampingan terkait dengan kasus yang sedang menimpanya.</p>
<p>Saya paham, manusia seringkali terkesan pada sesuatu yang baru. Pada kawan baru. Pertemuan baru. Juga senyum hangat dan tatapan mata teduh di pertemuan pertama. Dan itulah kesan yang terbentuk setelah dua pertemuan itu. <span id="more-1941"></span></p>
<p>Kesetiaan untuk tetap bersama, dalam suka maupun duka. Inilah yang membuat saya terkesan. Di tengah tuduhan serius bahwa suaminya melakukan penggelapan terhadap uang perusahaan, dan juga kondisi ekonominya yang sedang jatuh, tidak terfikirkan olehnya untuk pergi menjauh. Sebaliknya, ia semakin mendekat. Menemani sang pujaan hati untuk mendapatkan keadilan di negeri antah brantah ini. Di Kepolisian, di Kejaksaan, di Pengadilan, bahkan saat mengadu ke Komisi IX DPR RI.  Ia bukan saja sebagai istri, tetapi juga sebagai seorang lawyer dan psikolog buat suaminya.</p>
<p>Ini sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa. Pun bukan cerita baru. Sebelumnya, kita bahkan bisa dengan mudah menemukan cerita cinta dan kesetiaan yang jauh lebih heroik dan mendalam.</p>
<p>Tetapi bagi saya hal ini menjadi istimewa. Jarang saya melihat secara langsung, dalam perselisihan hubungan industrial, ada istri atau suami yang begitu nyata memberikan dukungan kepada pasangannya. Dukungan yang tidak saja diwujudkan melalui do`a, tetapi juga kehadiran secara fisik dalam setiap upaya penyelesaian terkait dengan kasus yang sedang membelitnya.</p>
<p>Sebaliknya, saya justru sering mendengar perselisihan hubungan industrial berubah menjadi perseteruan hebat dalam keluarga. Sebagai contoh, cerita tentang ’gayung melayang’ yang sempat saya singgung dalam buku saya, Memorial Gerakan Buruh Tangerang. Seorang teman, baru-baru ini bahkan mengatakan jika istrinya minta cerai karena dirinya di PHK dari tempatnya bekerja.</p>
<p>Rupanya kehilangan pekerjaan, tidak adanya penghasilan yang rutin, bisa membuat seseorang berpaling.</p>
<p>Saya sepakat, cinta tidak akan membuat orang yang lapar menjadi kenyang. Tagihan listrik, bayar kontrakan, hutang-hutang di warung, tidak akan serta-merta lunas dengan hanya bermodal kata cinta. Tetapi bukankah seharusnya kesulitan-kesulitan itu bisa menjadi alasan kuat bagi keduanya untuk mendekat, untuk saling menguatkan satu sama lain, sehingga jalan keluar dari berbagai problema itu menjadi semakin mudah?</p>
<p>Kembali pada perempuan tadi. Saya kira, inilah potret dari sebuah kebersamaan yang tulus. Mencintai apa adanya. Tidak saja disaat mudah, tetapi juga dimasa-masa sulit. Meski tidak seratus persen membantu, dukungan dari orang yang kita cintai terhadap permasalahan apapun yang sedang kita hadapi, menjadi modal berharga untuk bisa terus melangkah.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda?</p>
<p><em>Catatan Ketenagakerjaan:</em> <strong>Kahar S. Cahyono</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1941/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1941/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1941&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/mencintai-dengan-apa-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/12/09072011030.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">09072011030</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Cerita dari Meja Makan</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/sebuah-cerita-dari-meja-makan/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/sebuah-cerita-dari-meja-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 04:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1939</guid>
		<description><![CDATA[Jarum jam bergerak pasti mendekati angka sembilan, tadi malam. Hujan dari sore masih menyisakan gerimis. Tapi kita tetap saja memutuskan untuk membeli makanan. Bukan makanan istimewa di restoran ternama. Hanya Pecel Ampela di warung kaki lima, tak jauh dari rumah kita. Satu bungkus untuk berdua. ”Dari tadi pagi belum kemasukan nasi,” katamu. Aku memandangmu, tepat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1939&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jarum jam bergerak pasti mendekati angka sembilan, tadi malam. Hujan dari sore masih menyisakan gerimis. Tapi kita tetap saja memutuskan untuk membeli makanan. Bukan makanan istimewa di restoran ternama. Hanya Pecel Ampela di warung kaki lima, tak jauh dari rumah kita. Satu bungkus untuk berdua.</p>
<p>”Dari tadi pagi belum kemasukan nasi,” katamu.</p>
<p>Aku memandangmu, tepat di dua bola mata yang selalu kukagumi keindahannya itu. Engkau selalu berbicara apa adanya. Aku tahu engkau tidak sedang berdusta. Sebab situasi seperti ini – saat di rumah tidak ada lagi yang bisa dimakan – bukan sekali dua kali terjadi.<span id="more-1939"></span></p>
<p>Soal belum makan, sesungguhnya hal yang sama terjadi padaku. Jangan dikira saat aku berangkat pagi dan pulang senja, segala urusan tentang perut pasti terpenuhi. Pabrik tidak menyediakan makan siang untuk buruh-buruhnya. Akibatnya aku lebih sering makan sekedarnya saat jam istirahat siang tiba. Mie instan, gorengan&#8230;. Makan hanya sekedar untuk bisa melanjutkan hidup.</p>
<p>Jika aku tidak pernah menceritakan hal ini kepadamu, bukan berarti ada yang aku hendak menyembunyikan sesuatu. Aku hanya tidak ingin membebani pikiranmu dengan beragam kesulitan. Kita sudah terlalu banyak berkubang dalam masalah, dan aku tidak hendak menghadirkan masalah baru dalam kehidupan kita.</p>
<p>Aku ingin melihatmu selalu bahagia. Ingin menghadirkan berjuta kupu-kupu. Menjadikan hari-hari kita penuh warna, dengan simfoni lagu cinta yang senantiasa mengalun syahdu di setiap waktu.</p>
<p>”Hutang di warung sudah menumpuk.”</p>
<p>Satu hal yang tidak bisa aku sembunyikan darimu adalah permasalahan finansial. Bisa saja aku berlagak perlente di depan orang lain. Tapi tidak di hadapanmu. Sebab, selain diriku sendiri, engkau yang paling tahu isi dompetku. Hanya ada fotomu yang tersenyum simpul, yang menjadikan dirimu terlihat sebagai sebenar-benarnya wanita. Engkau yang paling tahu, seberapa banyak harta kekayaanku. Yang jika dikalkulasikan, bisa jadi angkanya dibawah nol rupiah.</p>
<p>Begitulah kita, tidak ada lagi rahasia. Nyaris tidak ada jarak, sehingga detak jantungmu pun bisa kurasakan di hatiku.</p>
<p>Kita menghargai realitas. Memaknai penghasilan yang pas-pasan ini sebagai sebuah keniscayaan yang musti dihadapi. Matamu tetap berbinar. Bercahaya penuh cinta. Serasa keteguhan pada janji adanya disini. Di hati kita.</p>
<p>Satu saat kita pernah membahas hal ini. Itu dulu. Dulu sekali. Saat kita mencoba untuk memahami satu dengan yang  lainnya. Tentang cinta dan logika. Cinta memang bisa menyatukan dua hati. Tapi untuk sampai ke dalam pernikahan, itu saja tidak cukup.</p>
<p>Apalagi saat anak-anak kita terlahir dan beranjak besar. Mungkin kita sudah terbiasa menahan lapar. Tapi tidak dengan si buah hati, yang belum bisa memahami mengapa susu tak terbeli. Ketika mereka lapar, cinta yang ada pada diri kita akan pernah membuatnya menjadi kenyang.</p>
<p>“Dan itukah alasanmu sehingga buruh-buruh kontrak dan outsourcing itu selalu menunda pernikahannya, karena selalu beralasan tidak memiliki cukup tabungan dan pekerjaan yang mapan?”</p>
<p>“Bisa jadi begitu,” jawabku.</p>
<p>Engkau menatapku tajam, sebelum kemudian berkata pelan. “Mencintaimu adalah kebahagiaan tiada duanya. Dan menikah denganmu, meski sederhana, adalah satu kebanggaan dalam hidupku. Jika hanya karena harta aku bersedia melakukan semua ini denganmu, lantas apa bedanya dengan pelacur?”</p>
<p>Aku terdiam mendengar kalimat itu.</p>
<p>Bisa jadi engkau benar. Buktinya, dengan sebungkus nasi yang kita makan berdua semalam, mampu mengantarkan kita untuk sampai pada pagi yang indah ini.</p>
<p>Catatan Ketenagakerjaan: Kahar S. Cahyono</p>
<p>Lepas Konsolidasi Organisasi Menyikapi UMSK Tangerang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1939/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1939/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1939&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/12/28/sebuah-cerita-dari-meja-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pastikan Anda Menjadi Bagian dari Perubahan</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/27/pastikan-anda-menjadi-bagian-dari-perubahan/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/27/pastikan-anda-menjadi-bagian-dari-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 04:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1933</guid>
		<description><![CDATA[Besok kita memasuki lembaran ke-28 di bulan Oktober. Hari bersejarah. Hari dimana ketika puluhan tahun yang silam, pemuda Indonesia mengucapkan sumpahnya yang paling fenomenal. Sumpah Pemuda. Besok, di tanggal dan bulan yang sama ketika sumpah pemuda itu diikrarkan, bangsa ini akan kembali mencatatkan sejarahnya. Kali ini tentang jaminan sosial, atau bahkan, tidak sama sekali. Besok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1933&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/27/pastikan-anda-menjadi-bagian-dari-perubahan/sanyo-digital-camera-3/" rel="attachment wp-att-1934"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/sany0446.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" title="SANYO DIGITAL CAMERA" width="225" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1934" /></a>Besok kita memasuki lembaran ke-28 di bulan Oktober. Hari bersejarah. Hari dimana ketika puluhan tahun yang silam, pemuda Indonesia mengucapkan sumpahnya yang paling fenomenal. Sumpah Pemuda. </p>
<p>Besok, di tanggal dan bulan yang sama ketika sumpah pemuda itu diikrarkan, bangsa ini akan kembali mencatatkan sejarahnya. Kali ini tentang jaminan sosial, atau bahkan, tidak sama sekali. </p>
<p>Besok adalah pembuktian, apakah para pemimpin negeri ini masih memiliki nurani dan rasa cinta kepada rakyatnya.</p>
<p>Apakah dinamakan cinta, jika kita membiarkan orang-orang yang (katanya) kita cintai saat sakit terkapar tanpa pengobatan yang memadai karena tidak memiliki jaminan kesehatan? </p>
<p>Apakah dinamakan cinta, jika kita membiarkan orang-orang yang (katanya) kita cintai hidup menderita di usia senja karena sudah tidak mampu lagi bekerja dan tak memiliki jaminan pensiun?<span id="more-1933"></span></p>
<p>Dan itulah yang terjadi dengan negeri ini. Pembiaran demi pembiaran terhadap berbagai permasalahan sosial terus terjadi. Kendati Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memvonis Presiden, Ketua DPR RI, dan 8 Menteri terkait bersalah karena tidak menjalankan Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, mereka tidak bergeming. </p>
<p>Dan jika pun mereka mengaku peduli, itu hanyalah sekedar basa-basi.</p>
<p>Besok adalah pembuktian. Bagi Pemerintah, adalah pembuktian bahwa janji manis untuk berpihak dan mensejahterakan rakyat bukan sekedar pepesan kosong. Sedangkan bagi organisaisi/lembaga yang mendukung, besok adalah pembuktian bahwa dukungan mereka bukan sekedar basa-basi. </p>
<p>Puluhan ribu orang dipastikan hadir untuk menyambut lahirnya UU BPJS, yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya sejak sekian tahun yang lalu.</p>
<p>BPJS adalah pembeda. Yang membelah kedalam dua bagian, kita dan mereka. Yang kemudian, secara kasat mata kita bisa melihat, mana kelompok yang hanya mementingkan ambisi dan kepentingan pribadinya, dan mana kelompok yang mementingkan kemaslahatan bersama. </p>
<p>Ketika menulis catatan ini, saya mendapat kabar kawan-kawan sedang dan terus memperjuangkan ganti hari dan atau cuti massal agar bisa optimal datang ke Jakarta. Mereka yang sift 3 juga terus diorganisir. Demi jaminan sosial, besok pagi, mereka rela untuk tidak pulang ke rumah. Rasa lelah setelah semalaman bekerja, tidak sebanding dengan rasa sakit saat harus menyaksikan banyak orang mati dalam himpitan kemiskinan. </p>
<p>“Orang tua saya sedang sakit. Tapi besok saya pastikan untuk tetap ikut aksi mendukung BPJS. Jika nanti berhasil, keberhasilan itu akan saya persembahkan untuk orang tua yang saat ini tengah dirawat&#8230;,” kalimat ini selalu saya ingat. Dari seorang kawan, beberapa hari yang lalu.</p>
<p>Sampai bertemu di jalanan Ibu Kota&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1933/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1933/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1933&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/27/pastikan-anda-menjadi-bagian-dari-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/sany0446.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">SANYO DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balada Buruh Pabrik (15): Heboh Jaminan Sosial&#8230;.</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/16/balada-buruh-pabrik-15-heboh-jaminan-sosial/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/16/balada-buruh-pabrik-15-heboh-jaminan-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 23:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketenagakerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1927</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja, banyak orang yang memperbincangkan jaminan sosial. Lebih spesifik lagi, tentang jaminan kesehatan. Kelak ketika jaminan sosial ini dijalankan, tidak akan ada lagi rakyat Indonesia, yang ketika sakit tidak mampu berobat ke rumah sakit. Aku kira, ini adalah kalimat yang terdengar indah. Sebuah sensasi, yang mampu membuat siapapun juga menjadi bergairah. Jaminan kesehatan seumur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1927&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/16/balada-buruh-pabrik-15-heboh-jaminan-sosial/gambar/" rel="attachment wp-att-1928"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/gambar.jpg?w=218&#038;h=300" alt="" title="gambar" width="218" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1928" /></a>Tiba-tiba saja, banyak orang yang memperbincangkan jaminan sosial. Lebih spesifik lagi, tentang jaminan kesehatan. Kelak ketika jaminan sosial ini dijalankan, tidak akan ada lagi rakyat Indonesia, yang ketika sakit tidak mampu berobat ke rumah sakit. Aku kira, ini adalah kalimat yang terdengar indah. Sebuah sensasi, yang mampu membuat siapapun juga menjadi bergairah. Jaminan kesehatan seumur hidup bagi seluruh rakyat Indonesia? Siapa yang akan menolaknya?</p>
<p>Tetapi, buatku, keraguan bahwa negara sanggup memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia masih saja terdengar tidak masuk akal. Bagaimana mungkin itu bisa dilaksanakan untuk mereka yang bekerja dan yang tidak lagi bekerja? Tak peduli apakah ia kaya atau miskin? Tua atau muda? Buktinya hari ini saja, meski masih berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan, bisa berobat ketika sakit menjadi sesuatu yang istimewa.</p>
<p>Ya, istimewa.</p>
<p>Dengan upah minimum, jangankan untuk berobat dan membayar rumah sakit. Untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari, meski sudah menerapkan jurus penghematan tingkat tinggi, masih saja tidak tercukupi. Dan ketika ada yang mengatakan bahwa kita bisa mendapatkan jaminan kesehatan, seumur hidup, tanpa limitasi dan diskriminasi, tetap saja rasa tidak percaya itu begitu mendominasi. Bermimpi pun tidak untuk mendapatkan keistimewaan itu.<span id="more-1927"></span></p>
<p>Bukan sekarang saja aku mendengar tentang jaminan sosial tenaga kerja, atau yang biasa disebut jamsostek. Konon salah satu programnya adalah jaminan kesehatan. Pernah kudengar dari seorang kawan, katanya semua tenaga kerja harus diikutsertakan dalam program jamsostek. Buktinya, di perusahaan tempatku bekerja tidak mendapatkan. Jika sakit, alih-alih mengganti biaya berobat yang kita keluarkan, upah mereka pun akan dipotong. </p>
<p>Itu untuk karyawan, yang jelas-jelas ada pengusaha dan pabrik tempat bekerja. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak bekerja? Orang-orang miskin, gelandangan, dan pengangguran? Terdengar menjadi lebih tidak masuk akal.</p>
<p>Tetapi bukankah Jaminan Sosial adalah hak rakyat dan negara wajib melaksanakannya? Bukankah itu adalah amanah konstitusi, yang harus dijalankan oleh siapapun pemimpin di negeri ini? </p>
<p>Lalu apa yang tidak mungkin? Bagaimana hal-hal seperti ini dikatakan tidak masuk akal? Sedangkan di banyak negara lain, yang namanya jaminan sosial sudah sejak bertahun-tahun yang lalu dijalankan.</p>
<p>Tetapi kita harus mengiur?</p>
<p>Ya, bagi yang mampu, mereka mengiur untuk dirinya sendiri. Sedangkan bagi yang tidak mampu, iurannya akan dibayarkan oleh negara. Inilah indahnya gotong royong. Untuk bisa dikatakan sebagai jaminan sosial, itu memang belum sempuna. Tetapi ini adalah awal, bukan akhir. Anggaplah ini tahapan pertama, yang kelak dikemudian hari, harus semakin diperbaiki.</p>
<p>Buatku, itu adalah sesuatu yang tidak menjadi persoalan benar. Anggap saja, iuran itu sebagai bentuk ’sedia payung sebelum hujan’. Bersiap sebelum sakit. Bukankah sebagai pekerja formal, sebagaimana iuran jaminan kesehatan dalam jamsostek, dibayarkan oleh pengusaha (meski itu esensinya juga uang kita)?</p>
<p>Emak sakit, dan ia meninggal dunia karena ketidakmampuan kami membawanya ke rumah sakit. Aku tahu, itu tidak hanya terjadi pada emak. Ada jutaan orang lain yang bernasib sama. Jika benar, bahwa jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia itu bisa diwujudkan, aku pasti bersedia untuk ikut memperjuangkannya.</p>
<p>Ditulis Oleh: Kahar S. Cahyono<br />
Tulisan ini dibuat berdasarkan riset kecil terhadap buruh-buruh pabrik di Serang dan Tangerang, Banten.</p>
<p>Sumber Gambar: Galeri Rupa Lentera di Atas Bukit (kerja.pembebasan) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1927/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1927/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1927&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/16/balada-buruh-pabrik-15-heboh-jaminan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/gambar.jpg?w=218" medium="image">
			<media:title type="html">gambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balada Buruh Pabrik (14): Ketika Sakit&#8230;.</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/09/balada-buruh-pabrik-14-ketika-sakit/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/09/balada-buruh-pabrik-14-ketika-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 00:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1922</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada manusia di dunia ini yang kepingin sakit. Aku yakin sekali dengan kalimat itu. Sebab, kesehatan adalah kekayaan yang paling bermakna. Ketika sakit, makanan kesukaan pun akan terasa hambar. Banyaknya harta tidak lagi menjadi jaminan untuk bisa merasakan bahagia. ”Gunakan masa sehatmu sebelum datang sakitmu,” kalimat indah, yang sekaligus menegaskan bahwa sakit adalah sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1922&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/09/balada-buruh-pabrik-14-ketika-sakit/lentera-2/" rel="attachment wp-att-1923"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/lentera.jpg?w=210&#038;h=300" alt="" title="Lentera" width="210" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1923" /></a>Tidak ada manusia di dunia ini yang kepingin sakit. Aku yakin sekali dengan kalimat itu. Sebab, kesehatan adalah kekayaan yang paling bermakna. Ketika sakit, makanan kesukaan pun akan terasa hambar. Banyaknya harta tidak lagi menjadi jaminan untuk bisa merasakan bahagia. </p>
<p>”Gunakan masa sehatmu sebelum datang sakitmu,” kalimat indah, yang sekaligus menegaskan bahwa sakit adalah sebuah kondisi yang tidak menguntungkan bagi mereka yang mengalaminya.</p>
<p>Itulah sebabnya, saat sakit datang mendera, seorang buruh harus dibebaskan dari kewajiban bekerja. Dan pengusaha harus membayar penuh upah mereka. Jangankan satu hari. Jika pun sakit itu mereka alami selama satu tahun lamanya, kewajiban pengusaha untuk tetap membayar upah tidak menjadi hilang.</p>
<p>Tetapi, terkadang realita dan hukum bisa berbeda di negeri ini.<span id="more-1922"></span></p>
<p>Semua keistimewaan bagi si sakit, yang tertuang dalam Undang-undang Ketenagakerjaan itu hanya kata-kata penuh pesona, tetapi sesungguhnya adalah tipuan semata. Seperti permata indah di dalam kaca. Semua orang mengagumi keindahannya, namun sulit untuk bisa menyentuhnya.</p>
<p>Seperti yang terjadi di tempatku bekerja. Disini, jika seorang buruh tidak masuk bekerja, meski sudah dibuktikan dengan surat sakit dari dokter, upahnya tetap akan dipotong. Lebih tragis lagi, jika kita tidak masuk bekerja selama satu hari, maka upah kita akan dipotong dua hari. Jika kita tidak masuk dua hari, maka pemotongan upahnya adalah tiga hari. Begitu selanjutnya, hingga maksimal lima hari. Dan jika pada hari keenam kita masih juga tidak bekerja, maka kita akan dianggap mengundurkan diri.</p>
<p>Itu jika sakit. Apalagi jika kami tidak masuk kerja karena mangkir. Pemotongan upah kelipatan dua hari akan berlaku.</p>
<p>”Peraturan ini untuk memotivasi agar para karyawan memiliki kedisiplinan yang tinggi,” tutur pimpinan perusahaan, ketika kami mempertanyakan dasar kebijakan dari peraturan ini.</p>
<p>Prinsip no work no pay, dengan beberapa alasan bisa aku terima. Tetapi jika sakit pun masih tetap tidak digaji, bahkan dikenakan denda pemotongan upah selama satu hari, sungguh sangat tidak manusiawi. Apalagi perusahaanku tidak mengikutsertakan buruh-buruhnya kedalam Jamsostek. Sudah harus membayar biaya berobat sendiri, gaji dipotong pula!</p>
<p>Entahlah, siapa yang harus disalahkan atas kondisi di tempatku bekerja. Pemerintah yang tidak optimal melakukan pengawasan, apakah kami yang terlalu pasrah menerima nasib?</p>
<p>Penulis: <strong>Kahar S. Cahyono</strong><br />
<em>Tulisan ini dibuat berdasarkan riset kecil terhadap buruh-buruh pabrik di Serang dan Tangerang, Banten.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1922/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1922/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1922&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/09/balada-buruh-pabrik-14-ketika-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/lentera.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">Lentera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan; Sebuah Catatan Hasil Workshop di Lembah Nyiur (Bagian 5, Habis)</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/05/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-5-habis/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/05/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-5-habis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 09:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketenagakerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1918</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung dalam aktivitas organisasi serikat pekerja, dinamika kehidupan pekerja/buruh bukan lagi hal yang asing bagi kita. Kita hidup di dalamnya, berbaur menjadi satu, bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya. Kesadaran bahwa kita sebagai buruh, memang harus ditumbuhkan. Sebab ketika kita menganggap semua ini sebagai sebuah rutinitas, maka aktivitas yang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1918&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/05/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-5-habis/303734_1987189733566_1658006134_1801769_228209261_a/" rel="attachment wp-att-1919"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/303734_1987189733566_1658006134_1801769_228209261_a.jpg?w=614" alt="" title="303734_1987189733566_1658006134_1801769_228209261_a"   class="alignleft size-full wp-image-1919" /></a>Sebagai orang yang sehari-hari berkecimpung dalam aktivitas organisasi serikat pekerja, dinamika kehidupan pekerja/buruh bukan lagi hal yang asing bagi kita. Kita hidup di dalamnya, berbaur menjadi satu, bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan darinya.</p>
<p>Kesadaran bahwa kita sebagai buruh, memang harus ditumbuhkan. Sebab ketika kita menganggap semua ini sebagai sebuah rutinitas, maka aktivitas yang kita lakukan akan menjadi hambar. Hanya sekedar dimaknai sekedar penggugur kewajiban. Atau mengutip kalimat bung Jamsari, bahwa selama ini kita menjalankan organisasi secara alamiah dan dengan mengandalkan intuisi. Hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi. Memang harus ada greget. Ada niat dan kesungguhan, dengan sebuah kesadaran untuk sampai pada tujuan.</p>
<p>Tentu saja, ini adalah kerja kolektif. Dan bukankah karena itu juga yang menjadi alasan kita untuk membangun organisasi?</p>
<p>Lantas, apa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadikan organisasi serikat pekerja kuat? Ada banyak jawaban yang bisa kita berikan. Namun, dari sekian jawaban yang ada, saya tertarik untuk mengutip pendapat Arunasalam P, Regional Representative IMF Southeast Asia – Pacific Office. Menurut Aruna, serikat pekerja yang kuat ditandai dengan 5 hal berikut: Anggota yang banyak, pemimpin yang jujur, dana yang cukup, administrasi yang baik, dan ada aktivitas/gerakan.<span id="more-1918"></span></p>
<p>Anggota memang memegang peran penting dalam sebuah organisasi serikat pekerja. Ini bukan LSM. Ini adalah organisasi serikat pekerja. Semakin ia besar, maka keberadaanya akan semakin menggentarkan. Sekali lagi, kita akan kuat jika memiliki banyak anggota. Tidak cukup hanya dengan itu, tetapi juga disertai dengan kepemimpinan yang amanah, dana yang cukup, administrasi yang baik, dan selalu bergerak dinamis untuk mewujudkan cita dan asa.</p>
<p>Bagaimana cara memperbanyak jumlah anggota?</p>
<p>Dalam diskusi kelompok, pertanyaan itu memang tidak sepenuhnya terjawab. Meskipun begitu, menarik untuk menyimak hasil pembahasan kelmpok Advokasi – Organizer, yang dipaparkan juru bicaranya, Prihanani. Setidaknya, kelompok ini bisa melihat permasalahan secara luas. Masalah advokasi bukan hanya terletak pada SDM, tetapi juga soal penampilan,  soal performance. Kendaraan operasional, misalnya, keberadaannya menjadi penting untuk menunjang kinerja advokasi. Jika pemikiran yang sama kita aplikasikan dalam kerja-kerja organizer, maka diskusinya jangan hanya bagaimana kita bisa menambah anggota. Tetapi sarana dan prasarana, juga media dan dana yang dibutuhkan untuk itu.</p>
<p>Sebelumnya, bung Rustan (Ketua Umum PP SPAMK) memaparkan, bahwa pada kenyataannya anggota baru yang masuk ke FSPMI, lebih banyak datang dengan membawa masalah (kasus). Sedangkan dilain pihak pengurus organisasi mengalami kendala untuk menyelesaikan masalah tersebut.  Kendala tersebut, misalnya, terkait dengan keterbatasan kemampuan, wawasan, dan pengalaman (terutama dalam advokasi). Juga adanya keterbatasan dana.</p>
<p>Persis pada titik inilah, saya hendak mengatakan, bahwa pengorganisasian yang berkelanjutan tidak pernah bisa berdiri sendiri. Ia adalah sesuatu yang diupayakan terus menerus, ketimbang berharap ‘jadi’ dengan sendirinya. Indonesia adalah sebuah negara yang sangat potensial, gerakan serikat buruhnya akan terus tumbuh. Dan FSPMI adalah organisasi serikat pekerja yang musti mempersiapkan diri untuk menyambut tantangan itu. Wallahualam bishawab…</p>
<p>Catatan Ketenagakerjaan: <strong>Kahar S. Cahyono<br />
</strong><br />
<em>Penulis adalah peserta workshop ‘Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan’ di Hotel Lembah Nyiur, Cisarua. Tanggal 16 – 18 September 2011.</em></p>
<p>Setelah workshop di Lembah Nyiur, saya juga diminta Ketua Umum PP SPAI FSPMI untuk mewakili beliau hadir dalam Union Planing Meeting (Organizing Sustainable National Metal Unions In Indonesia) pada tanggal 22 – 23 September 2011 di Hotel Santika, diselenggarakan International Metalworker`s Federation. Catatan 1 – 5 ini sekaligus sebagai semacam laporan pertanggungjawaban dan bahan diskusi untuk terus membangun organisasi ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1918&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/05/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-5-habis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/303734_1987189733566_1658006134_1801769_228209261_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">303734_1987189733566_1658006134_1801769_228209261_a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam setiap langkahnya, terukir sejarah kehidupan….</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/02/dalam-setiap-langkahnya-terukir-sejarah-kehidupan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/02/dalam-setiap-langkahnya-terukir-sejarah-kehidupan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 06:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini saya tengah menyelesaikan penulisan buku berjudul: “Jejak Langkah Sang Aktivis; Sebuah Memorial Perjuangan Garda Metal Tangerang.” Sulit untuk dipungkiri, bahwa Garda Metal adalah sebuah fenomena dalam gerakan organisasi FSPMI pada khususnya, dan buruh Indonesia pada umunya. Didalamnya terangkai beragam kisah perjalanan anak manusia, yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Jika saya menyebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1912&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/02/dalam-setiap-langkahnya-terukir-sejarah-kehidupan%e2%80%a6/302022_1972923016907_1658006134_1788914_57303354_a/" rel="attachment wp-att-1913"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/302022_1972923016907_1658006134_1788914_57303354_a.jpg?w=614" alt="" title="302022_1972923016907_1658006134_1788914_57303354_a"   class="alignleft size-full wp-image-1913" /></a>Saat ini saya tengah menyelesaikan penulisan buku berjudul: <strong>“Jejak Langkah Sang Aktivis; Sebuah Memorial Perjuangan Garda Metal Tangerang.”</strong> Sulit untuk dipungkiri, bahwa Garda Metal adalah sebuah fenomena dalam gerakan organisasi FSPMI pada khususnya, dan buruh Indonesia pada umunya. Didalamnya terangkai beragam kisah perjalanan anak manusia, yang terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja.</p>
<p>Jika saya menyebut Garda Metal, bukan berarti hendak mengesampingkan kebesaran FSPMI. GM lahir dari rahim gerakan buruh. Menjadi salah satu pilar organisasi. Berada di garda depan, dalam setiap perlawanan yang kita gelorakan.</p>
<p>Kedepan, saya berharap buku ini akan menjadi semacam serial. Sebagaimana yang disampaikan oleh Panglima Koordinator Nasional Garda Metal, Baris Silitonga, melalui sebuah pesan di inbox Fb saya; penulisan sejarah Garda Metal tidak hanya berhenti di Tangerang. Tangerang adalah sebuah awal, dan berikutnya adalah kisah-kisah inspiratif dan heroik dari Garda Metal Bekasi,  Karawang, Purwakarta, Bandung, dll. Saat ini, rekam jejak Garda Metal Nasional juga tengah disiapkan. Pendek kata, Tangerang adalah awal, tetapi ia bukan akhir.<span id="more-1912"></span></p>
<p>Saya sadar, buku-buku seperti ini tidak mudah untuk bisa lolos dari penerbit-penerbit konvensional yang mainstream berfikirnya untung dan rugi. Tetapi sejarah harus dicatat. Untuk itu, pilihannya adalah dengan menerbitkan sendiri, melalui jalur self publishing. Sekaligus untuk menjaga idealisme buku ini tetap terjaga.</p>
<p>Dalam kesempatan ini saya membuka pre order. Bagi kawan-kawan yang berminat terhadap buku ini, silahkan memesan dan melakukan pembayaran dimuka sebesar Rp. 60.000,00 (enam puluh ribu rupiah); sudah termasuk ongkos kirim dan tanda tangan dari penulisnya (khusus wilayah Indonesia). Jika sudah mentransfer, silahkan mengirimkan konfirmasi jumlah buku yang dipesan dan alamat lengkap ke inbox, atau SMS ke HP: 0856 9154 9368. E-mail: kahar.mis@gmail.com</p>
<p>Dana yang terkumpul akan kami gunakan untuk biaya proses penulisan dan penerbitan buku. Syukur-syukur masih ada sisa, sehingga bisa digunakan untuk melakukan riset penulisan jejak langkah pejuang buruh di daerah lain.</p>
<p>Jika anda tertarik membeli buku “Jejak Langkah Sang Aktivis”, silahkan transfer ke:</p>
<p>Bank BCA: KCP Plaza Merdeka Mas<br />
An. Kahar Setyo Cahyono<br />
Nomor Rekening: 882-0310-218</p>
<p><strong>Daftar Isi:</strong></p>
<p>Pengantar Penulis: Kahar S. Cahyono</p>
<p>Pengantar Presiden FSPMI: Ir. H. Said Iqbal, ME</p>
<p>Pengantar Pangkornas Garda Metal: Baris Silitonga *)</p>
<p>Bagian 1: Kebersamaan Melahirkan Kekuatan</p>
<p>Bagian 2: Dua Hati, Dua Dunia yang Berbeda</p>
<p>Bagian 3: Selayang Pandang Garda Metal</p>
<p>Bagian 4: Sebuah Romantisme Perjuangan</p>
<p>Bagian 5: Sosok dan Pemikiran</p>
<p>Bagian 6: Mengabadikan Jejak yang Tersisa</p>
<p>Tentang Penulis</p>
<p>Lampiran: Peraturan Organisasi FSPMI: Garda Metal</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1912&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/02/dalam-setiap-langkahnya-terukir-sejarah-kehidupan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/302022_1972923016907_1658006134_1788914_57303354_a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">302022_1972923016907_1658006134_1788914_57303354_a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan; Sebuah Catatan Hasil Workshop di Lembah Nyiur (Bagian 4)</title>
		<link>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/01/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-4/</link>
		<comments>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/01/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 14:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kahar S. Cahyono</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ketenagakerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kaharscahyono.wordpress.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Jika pengorganisasian kita artikan sebagai rangkaian kegiatan yang dimaksudkan untuk semakin memperbesar jumlah keanggotaan serikat pekerja, menumbuhkan kesadaran berserikat, meningkatkan efektivitas kerja serikat pekerja dengan team work yang solid, maka dibutuhkan SDM dan media untuk mendukung kerja-kerja tersebut. Kita sadar, semua ini adalah kerja yang berkelanjutan. Kita tidak bisa mengharap hasilnya secara instant. Kampanye ‘Ayo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1899&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pengorganisasian kita artikan sebagai rangkaian kegiatan yang dimaksudkan untuk semakin memperbesar jumlah keanggotaan serikat pekerja, menumbuhkan kesadaran berserikat, meningkatkan efektivitas kerja serikat pekerja dengan team work yang solid, maka dibutuhkan SDM dan media untuk mendukung kerja-kerja tersebut.</p>
<p>Kita sadar, semua ini adalah kerja yang berkelanjutan. Kita tidak bisa mengharap hasilnya secara instant. Kampanye ‘Ayo Berserikat’ yang berkelanjutan, misalnya, menjadi penting untuk dikembangkan. Usulan Nurhidayah, agar kampanye pentingnya berserikat perlu dilakukan disetiap kawasan/lokasi industri, saya kira juga menarik untuk dicoba.<span id="more-1899"></span></p>
<p><strong><br />
Media untuk Pengorganisasian</strong></p>
<p><a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/01/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-4/graphic2-11/" rel="attachment wp-att-1900"><img src="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/graphic2.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" title="Graphic2" width="300" height="224" class="alignleft size-medium wp-image-1900" /></a>Media juga memiliki peran penting. Salah satu yang disoroti dalam workshop ini (meski hanya sekilas), adalah keberadaan Koran Perdjoeangan dan website FSPMI.</p>
<p>Saya ingat, saat Michael J Latuwael menilai tampilan Koran Perdjoeangan yang kurang menarik. Menurutnya, diperlukan sentuhan lay out yang manis, agar pembaca terkesan pada pandangan pertama.</p>
<p>Saya pribadi sependapat dengan ketua PC SPL Bekasi ini. Koran Perdjoeangan adalah media untuk menampilkan wajah bagi organisasi FSPMI. Ia harus dikerjakan dengan serius, agar bisa benar-benar berfungsi sebagaimana layaknya pilar bagi sebuah organisasi. Saya kira, kita bisa memulai dengan menyebarkan angket/meminta masukan dari pembaca untuk perbaikan dalam penerbitan-penerbitan yang akan datang.</p>
<p>Lebih jauh dari itu, Koran Perdjoengan selayaknya tidak berhenti pada proses penerbitan dan didistribusi. Misalnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan kreatif, bedah berita atau temu pembaca.</p>
<p>Media lain, yang bisa digunakan untuk memperkuat kerja-kerja pengorganisasian adalah website FSPMI. Sekarang mari kita lihat http://www.fspmi.org/.</p>
<p>Saya bahkan kesulitan untuk menemukan jawaban, kapan terakhir kali website ini di-update. Padahal, secara offline, FSPMI tidak pernah mati dengan yang namanya kegiatan. Organisasi ini selalu bergerak. Bahkan menjadi kuat karenanya. Namun ketika harus mentransformasi semua itu kedalam bentuk tulisan, harus diakui, kita kekurangan sumber daya untuk itu.</p>
<p>Bukan karena bidang yang satu ini sepi peminat. Tetapi lebih karena, belum diberdayakan dengan optimal. Banyak kawan-kawan FSPMI yang memiliki Facebook. Apa pentingnya Facebook dalam gerakan serikat pekerja? Menurut saya penting. Ini artinya, mereka sudah melek media, dan secara tidak sadar telah memainkan peran sebagai citizen journalism. Mengabarkan apa yang mereka lihat dan dengar dalam keseharian mereka. Berjuang melalui tulisan.</p>
<p>Jika kita telurusi, beberapa website/blog tentang organisasi FSPMI juga penah muncul. Sebut saja: <a href="http://www.spai-fspmi.or.id/">SPAI FSPMI</a>, <a href="http://fspmicilegon.blogdetik.com/">FSPMI CILEGON</a>, <a href="http://fspmipemi.multiply.com/">FSPMI PEMI</a>, <a href="http://fspmitangerang.wordpress.com/">FSPMI TANGERANG</a>. Diluar itu, saya yakin masih banyak lagi. Boleh kan kita bermimpi, satu saat nanti memiliki website sekaliber <a href="http://www.imfmetal.org/">International Metalworker`s Union</a>.</p>
<p>Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, “Anda boleh pintar setinggi langit. Tetapi jika anda tidak menulis, maka anda akan hilang dari sejarah.” Sedangkan menurut Dr. Slamet Suseno, tulisan adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan tulisan, karangan, dan pernyataan gagasan orang lain. Orang yang menyusun kembali hal-hal yang sudah dikemukakan orang lain itu disebut penulis. Ia bukan pengarang. Sebab ia memang hanya mengkompilasikan (meringkas dan menggabungkan menjadi satu) berbagai bahan informasi sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah cerita baru lagi yang lebih utuh.</p>
<p>Kita memang terkendala dengan budaya baca yang rendah. Akan tetapi, kita bisa membantu mereka dengan tidak memudahkan pembaca dengan tulisan populer. Tulisan yang mudah dipahami orang banyak. Istilah popular merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat, serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam.</p>
<p>Sekali lagi, penggunaan media dalam kerja-kerja pengorganisasian itu penting. Ini bukan semata untuk ”bernasis ria”. Tetapi untuk mempopulerkan pemimpin-pemimpin gerakan kepada publik. Mengenalkan program dan menginformasikan capaian-capaian organisasi. Dengan begitu, organisasi ini akan semakin dekat dan disayang oleh masyarakat pekerja secara luas.</p>
<p>&#8230; bersambung ke Bagian 5</p>
<p>Catatan Ketenagakerjaan: <strong>Kahar S. Cahyono</strong><br />
<em>Penulis adalah peserta workshop ‘Membangun Pengorganisasian yang Berkelanjutan’ di Hotel Lembah Nyiur, Cisarua. Tanggal 16 – 18 September 2011.<br />
</em></p>
<p>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kaharscahyono.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kaharscahyono.wordpress.com/1899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kaharscahyono.wordpress.com&amp;blog=10903603&amp;post=1899&amp;subd=kaharscahyono&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kaharscahyono.wordpress.com/2011/10/01/membangun-pengorganisasian-yang-berkelanjutan-sebuah-catatan-hasil-workshop-di-lembah-nyiur-bagian-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8cde76b92e1286066e874ab3b61f2fca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kahar S. Cahyono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kaharscahyono.files.wordpress.com/2011/10/graphic2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Graphic2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
