Pertamakali saya mengetahui adanya Pemilihan Duta Wisata Kangmas-Diajeng Kota Blitar pada tahun 2000. Adalah seorang wartawan Radar Kediri, yang memberitahukan kepada saya. Sayang, setelah sekian tahun berlalu, saya tidak berhasil mengingat nama si wartawan itu.
Berbekal informasi itu, saya mewawancarai para pemenang Kangmas-Diajeng untuk Majalah Arsitek. Mereka, rata-rata masih duduk di bangku SMU. Dengan beragam prestasi yang menjulang tinggi. Maka, bila di blog ini saya menggunakan kata “Dhimas” di depan nama saya, itu semata-mata karena kecintaan saya pada Blitar. Kota kecil yang saya tinggalkan sejak 9 tahun yang lalu.
Saat itu saya tidak menyangka, bahwa beberapa tahun kemudian, melalui ajang ini akan melahirkan seorang Putri Raemawasti sebagai Puteri Indonesia tahun 2007. Duta Wisata dari Kota Blitar yang mewakili Provinsi Jawa Timur dan mengantarkannya menjadi Puteri Indonesia membayang-bayangi pelaksanaan kegiatan ini.
Lepas dari itu, pemilihan Kangmas-Diajeng merupakan suatu sajian wisata yang bertujuan memberikan citra seni, kebudayaan dan kepariwisataan. Pemenang pemilihan Kangmas-Diajeng akan bertugas sebagai Duta Wisata Kota Blitar.
Terdapat tiga kriteria utama yang biasa disingkat 3B untuk menjadi Kangmas-Diajeng Kota Blitar. Kriteria itu di antaranya adalah brain atau kecerdasan; penampilan yang menarik atau beauty; dan berkepribadian atau berperilaku baik behavior).
Pemilihan putra putri daerah sebagai duta wisata terdapat pada setiap wilayah. Di Jakarta terkenal dengan ajang Abang None, Cak dan Ning (Surabaya), Raka Raki (Propinsi Jatim), begitu pula di Kota Blitar terdapat ajang serupa, yakni Kangmas Diajeng. Tidak ada perbedaan secara prinsip dari ajang pemilihan tersebut. Pada dasarnya yang terpilih sebagai pemenang tentu berparas cantik dan tampan. Khusus putri, ada tingkatan bertahap setelah menjadi pemenang.
Pemenang tingkat lokal akan berlaga di tingkat regional, kemudian ke tingkat nasional (Puteri Indonesia) untuk kemudian meningkat ke taraf internasional (Miss Universe).
Masih ingat dengan Miss Autoblacktrought? Lho apa kaitannya? Tidak ada sih. Hanya untuk menambah contoh, bahwa pemilihan “ratu-ratuan” juga dilakukan oleh Djarum Black.
Namun bagi saya, untuk menjadi Duta Wisata tidak harus memenangkan pemilihan Kangmas-Diajeng. Sebagai blogger, saya juga bisa mengambil peran untuk memperkenalkan potensi wisata di Blitar. Inilah yang saya lakukan dalam kompetensi munulis blog yang diselenggarakan Djarum Black. (*)
Foto diambil dari SINI



Permisi, saling kunjung ya di blog BUJANG RIAU….
http://www.darma-saputra.co.cc/, di tunggu ya kedatangan sobat bloger setanah air, salam kenal
Salut banget
Sukses ya ngeblog bersama Djarum Black